Saturday, April 28, 2007

Kali Jakarta

Ada yang butuh dirinya
ada yang benci dirinya
ada yang berlutut memintanya
ada pula yang kejam cemari dirinya ...


Seorang penduduk Jakarta melamun
fikirkan strategi apa hari itu
untuk dapat makan sesuap nasi
dihadapan sampah dan air kali
yang tak jernih lagi

Penduduk lain mulai beraksi
siapkan dagangan
untuk dijajakan hari itu


Labels:

4 Comments:

Anonymous etinbedjo said...

dosakah yang dia kerjakan
sucikah mereka yang datang
kadang dia menangis dalam senyum
kadang dia tersenyum dalam tangisan

kemiskinan apakah nasib mereka
atau salah mereka
dalam buku rusdinya sich udah ada dari zaman bahela

padahal mereka sudah begitu bekerja keras tuk merubah nasib
namun ....
siapa sich yang salah
kesempatan kah yang tidak ada tuk mereka tuk jadi orang yang tidak miskin..

kayaknya saya punya rumah begitu besar sebesar negeri ini
saya punya bapak dan ibu sekaya negeri ini

tapi apa mereka kenal saya
dan mau bantu saya dan temen2 saya yang mungikn hampir 50% nasib mereka sama seperti saya
mereka kenal saya ketika
pilpres...
pilkada....
pilkades...
dll
tapi setelah itu
apakah mereka masih kenal saya
kenal mereka

yang ada dalam benak pikirannya
modal kembali

apakah ada program yang pertama dalam benak bapak2 ibu yang besar
adalah program mensejahterakan masyarakat/mengentaskan kemiskinan
dan mengurangi pengangguran.
ditambah harga sembako tidak naik/mahal

jadi jumlah orang miskin seperti saya hanya 10% dari jumlah penduduk negeri ini.

pernah aku dengar yang namanya JPS
saya tak pernah kenal apalagi dapat
eh.. tahu2 ujug-ujug bosnya JPS diperiksa oleh bapak pulisi

tahu sampe sekarang gemana
dah dipenjara atau masih berkeliaran

lier lah mikiranana.
prinsip bagi orang seperti saya mah
hanya live to eat bukan sebaliknya.
habis buat makan aja susah

8:54 AM  
Blogger Dedi Dwitagama said...

Nuhun komentarnya
Komentar yang terpanjang sepanjang Sy ngeblog

Mereka tak salah ... kompleks dan amat sulit mengurai benang kusut, tetapi sy yakin selalu ada jalan keluar

Kita coba lakukan dari yang kita bisa, paling tidak menjadi teman buat mereka, termasuk memahami bahwa mereka ada ... tetangga kita, penduduk negeri kita ... semoga mereka dikuatkan ...

10:01 AM  
Anonymous Raffaell said...

Hua, aku kalo jadi mereka mending aku di kirim jadi transmigran, dapat tanah, dapat rumah, olah sendiri....

zzz

1:13 PM  
Blogger Dedi Dwitagama said...

mungkin mereka sudah terbiasa dengan keadaan itu ... dan zzz :D

9:04 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

Links to this post:

Create a Link

<< Home