Wednesday, June 13, 2007

Terima Kasih, BERPINDAH ALAMAT


Sejak November 2005
atas motivasi dari adik tercinta
Agus Sampurno
Saya mulai menulis di blog
yang makin hari makin mengasyikkan
hingga terasa ada yang kurang
bila semingu tak posting

Hingga Juni 2007 sudah 167 posting,
kebutuhan untuk menulis terus mengarus
polanya makin panjang
sudah mencoba tip dari blogger lain
tapi membuat resume atau split artikel
tak kunjung bisa

Keputusan sudah diambil
agar tulisan panjang bisa dibuat
dengan penampilan ringkas di halaman depan
saya berpindah ke kompleks tetangga

Terima kasih
atas kesediaan anda berkunjung atau berkomentar
di blog saya
Saya masih tetap bisa dijumpai
kapanpun anda perlukan, please click here

My New Blog at http://dedidwitagama.wordpress.com

Labels:


Read more!

Tuesday, June 05, 2007

Guru MENANGIS tak perlu?


Intimidasi terhadap sejumlah guru yang mengungkap kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional di Kota Medan dan sekitarnya semakin gencar, mulai dari pemecatan sampai dengan teror pembunuhan. Menghadapi tekanan yang demikian, mereka meminta perlindungan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jakarta (Kompas, 9 Mei).

Hal tersebut direspons oleh Komisi X DPR yang menyatakan akan melindungi saksi yang mengetahui kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2007 (Kompas, 10 Mei).

Perlu dipertanyakan, sejauh mana pernyataan tersebut dapat memberikan rasa aman lahir maupun batin?

Sejarah membuktikan bahwa dari dulu sampai sekarang belum ada satu pun partai politik, organisasi massa, atau lembaga negara yang mampu meningkatkan kesejahteraan guru dan memberikan perlindungan kepada guru.

Banyak elite politik membicarakan nasib guru, mengklaim dirinya berkomitmen pada pendidikan, tetapi hanya untuk kepentingan propaganda politik.

Zaman keemasan yang pernah dinikmati guru pada tahun 1950 bukan karena jasa penguasa, bukan pula hasil perjuangan partai politik, melainkan kerja keras dan perjuangan guru sendiri.

Saat itu guru memiliki posisi yang terhormat secara ekonomis, politis, maupun profesional. Supremasi guru sejajar dengan dokter, pengacara, dan pejabat struktural pemerintahan. Tak pelak, pemerintah selalu melibatkan guru dalam proses pengambilan keputusan strategis.

Seiring dengan perubahan zaman, di mana para elite politik saling berebut kekuasaan, posisi strategis guru menjadi incaran partai-partai politik.

Proses "penjinakan" kinerja guru dilakukan secara sistematis oleh partai politik yang berkuasa. Penganugerahan gelar "pahlawan tanpa tanda jasa" tak mendorong para guru untuk semakin menyadari hak-hak otonom mereka, tetapi membuat mereka semakin terlena dan terpuruk.

Keberhasilan elite politik terlihat pada awal tahun 1960-an dengan menggeser posisi sentral guru ke lingkaran marjinal. Pada pertengahan tahun 2000-an guru benar-benar berada pada posisi marjinal; posisi tawar mereka sirna.

Akibatnya, guru tidak lagi dilibatkan dalam pengambilan kebijakan pendidikan, bahkan hak otonom guru untuk mengevaluasi hasil belajar para siswa dirampas oleh UN. Jelas sekali bahwa ini merupakan pengingkaran para penguasa terhadap upaya pemenuhan hak otonomi guru. Upaya renovasi kurikulum pun tidak pernah menempatkan guru sebagai sumber pengembangan atau mitra dialog.

Pelibatan guru tak lebih hanya pada tataran implementasi produk penguasa. Tidak heran, jika dalam melaksanakan profesinya selaku pendidik, guru kesulitan mengaktualisasikan visi pendidikan nasional secara utuh. Ini semua merupakan akibat pemangkasan hak-hak otonom guru oleh para penentu kebijakan.

Organisasi profesi


Zaman keemasan yang pernah digenggam para guru harus membangkitkan kembali semangat untuk menjadi sebuah kekuatan pembaru ke dalam organisasi profesi guru yang independen, yang menjadi kekuatan sentral perjuangan guru dan tidak berafiliasi pada partai politik atau menjadi onderbouw-nya. Yang penting harus berpijak pada kepentingan guru, kepentingan pendidikan (the best interest education), dan lebih demokratis. Itu semua hendaknya dapat menjadi "khitah".

Oleh sebab itu, perjuangan guru tak boleh dilakukan sambil lalu, spontan, dan tanpa perencanaan. Perjuangan seorang diri (Ibu Nurlaila), secara kolektif (Komunitas Air Mata Guru), dan demonstrasi ke jalan (di Madiun, Nganjuk, Surabaya, Purbalingga, NTT, Papua, Bandarlampung, Padang, dan Kampar) bisa jadi hanya akan menghasilkan short-term effects, dan hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Organisasi profesi guru merupakan conditio sin aqua non. UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya Pasal 41 menegaskan bahwa (1) Guru dapat membentuk organisasi profesi yang bersifat independen; (2) Organisasi profesi berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat; (3) Guru wajib
menjadi anggota organisasi profesi.

Dengan demikian tidak ada alasan bagi guru untuk menyampaikan aspirasinya terhadap berbagai permasalahan pendidikan kepada partai politik atau lembaga lainnya. Sebab, organisasi profesi guru itu sendiri punya kewenangan untuk menetapkan dan menegakkan kode etik guru, memberikan bantuan hukum kepada guru, memberikan perlindungan profesi kepada guru, melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru, dan memajukan pendidikan nasional (Pasal 42).

Masalahnya, bagaimana guru menghimpun kekuatan mereka sendiri yang selama ini masih tercerai-berai oleh beragam persoalan.

Pertama, masih terdapatnya "kastanisasi" (guru swasta/negeri, guru tetap/tak tetap, guru bantu, guru kontrak). Kedua, belum terdapatnya kesamaan visi di kalangan guru. Ketiga, belum adanya kesadaran kolektif (collective conscience) di kalangan guru.

Kesadaran kolektif oleh Paulo Freire ditafsirkan sebagai proses di mana manusia berpartisipasi secara kritis dalam aksi perubahan (Politik Pendidikan, 1999 : 183). Kesadaran bukan sekadar refleksi terhadap realitas, tetapi merupakan proses penyadaran yang terus berlanjut hingga asumsi baru tercipta.

Menimbang berbagai masalah yang mendera nasib guru dan dunia pendidikan sebagaimana terurai di atas, pembentukan organisasi profesi guru tak dapat ditunda lagi! Cucuran air mata guru meski mengundang simpati, tak akan menyelesaikan permasalahan kendidikan yang begitu kompleks.

Justru dunia pendidikan patut menangis jika guru tidak mampu membentuk sendiri organisasi profesinya!

Bonaventura Suprapto Dosen Unika Darma Cendika Surabaya


Labels:


Read more!

Wednesday, May 16, 2007

Wow .. India yang hebat


"Hidup sederhana sewaktu kaya adalah cara jitu menuju kesadaran akan hidup yang sehat dan membawa manfaat bagi masyarakat. Orang harus memiliki keberanian untuk berfikir yang besar, tidak pernah berkompromi dengan nilai-nilai dasar dalam keadaan apapun, dan selalu membangun kepercayaan diri dan memandang ke depan."
Dia juga menekankan untuk selalu bergaul dengan orang-orang baik agar memiliki teman terbaik yang akan membantu, selalu obsesif terhadap kualitas, bermain untuk menang dan menyerahkan segalanya peda kekuatan yang lebih besar, yaitu Tuhan.


Azim Hashim Premji atau yang lebih dikenal sebagai Azim Premji adalah orang terkaya di India. Premji yang lahir di Gujarat, India, pada 24 Juli 1945 telah menjadi ikon bagi industri dan pelaku bisnis di bidang teknologi informasi (TI) di India.


Dia berhasil mengubah bisnis keluarganya di bidang produksi minyak goreng menjadi perusahaan perangkat lunak atawa software kelas dunia. Kesuksesan Premji menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tak heran, jika orang India menjadikannya sebagai ikon bisnis teknologi informasi India.

AZIM Premji mulai tertarik pada dunia?teknologi ketika dia belajar sebagai mahasiswa teknik mesin dan listrik di Universitas Stanford, Amerika Serikat. Ia menyabet gelar sarjananya pada tahun 1966. Tak lama setelah lulus, orang tua Premji meninggal dunia.

Di usia yang masih belia, yaitu 21 tahun, Premji harus mengambil alih kepemimpinan bisnis keluarga, yaitu Wipro Ltd, yang merupakan sebuah perusahaan goreng. Maka, ia menjabat sebagai Direktur Utama Wipro Ltd dengan kepemilikan saham sebanyak 82%. Premji memiliki visi yang simpel untuk memajukan Wipro, yaitu: membangun organisasi berdasarkan nilai.

Dia percaya bahwa manusia luar biasa adalah mereka yang mampu untuk berpikir menjadi luar biasa. Dia juga percaya, ia harus memberikan kepercayaan yang tinggi terhadap timnya karena mereka mampu?memikul tanggung jawab itu.

Di bawah kepemimpinan Premji, perusahaan yang semula hanya bergerak di lini minyak goreng itu mulai melebarkan sayap bisnisnya. Wipro mulai masuk ke industri teknologi informasi (TI) dan perangkat lunak komputer.

Bisnis barunya ini maju pesat. Kini, perusahaannya masuk dalam kategori 100 perusahaan teknologi terkemuka di dunia dengan pendapatan?mendekati US$ 2,5 miliar pada tahun 2007.

Hebatnya lagi, modal awalnya yang berasal dari bisnis minyak goreng itu semula hanya US$ 2 juta. Namun, sejak bisnis?TI-nya berkembang, modalnya tumbuh berlipat-lipat menjadi US$ 1,76 miliar.

Perjuangan Premji agar produk perangkat lunak dan produk lainnya dari Wipro bisa diterima di pasar internasional tidak mudah. Dia harus bersaing ketat dengan perusahaan-perusahaan sejenis yang lebih terkenal di Amerika maupun Eropa. Namun, kompetisi ini justru membuat Premji semakin bersemangat.

Alhasil, Wipro mampu menjual produknya ke perusahaan-perusahaan terkemuka. Perusahaan-perusahaan seperti Nokia, NEC, Cisco Systems, Sun Microsystems, dan Alcatel menjadi konsumennya. Selain itu,?perusahaan-perusahaan seperti IBM, Accenture, dan Electronic Data Systems juga lebih menyukai TI buatan India. Soalnya, TI buatan India ini selain harganya lebih murah,?kualitasnya tidak kalah dengan TI negara-negara maju.

Premji selalu memperhatikan dan mengingatkan kepada karyawannya untuk menjaga kualitas produknya sehingga pelanggannya tidak merasa kecewa.? Makanya, Wipro menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan teknologi paling top di dunia.

Tak heran kalau Premji menjadi tokoh yang banyak dibicarakan di India. Apalagi, perkembangan ekonomi di India tidak lepas dari perkembangan teknologi dan sumber daya manusia di sana. Jadi, Azim Premji layak dikategorikan sebagai salah satu tokoh penggerak ekonomi di India.

Suami Yasmin Premji ini?masuk ke dalam daftar?orang terkaya dunia versi Majalah Forbes mulai tahun 1999 sampai 2007 dengan kekayaan sekitar US$ 17,1 miliar. Ia juga dikategorikan oleh Majalah Time pada April 2004 sebagai salah satu orang yang berpengaruh didunia. Dia juga disebut sebagai orang yang punya kekuatan untuk melakukan perubahan. Bahkan, Business Week edisi Oktober 2003 menjulukinya sebagai Raja Terkaya di India.

Premji memperoleh gelar doktor kehormatan dari Akademi Pendidikan Tinggi Manipal, India. Ia juga menjadi anggota Komite Perdagangan dan Industri di India yang bertanggung jawab kepada perdana menteri. Pada Januari 2005, Pemerintah India menganugerahkan gelar Padmabhushana kepada Premji. Ini merupakan salah satu penghargaan tertinggi untuk warga negara India.

Namun, Premji tidak lantas lupa daratan. Pada 2001, dia?mendirikan Azim Premji Foundation, organisasi nirlaba yang memiliki visi memberikan kontribusi untuk meningkatkan mutu pendidikan, persamaan hak, dan peduli terhadap kondisi sosial kemasyarakatan.

Sumber: Surat Kabar Kontan


Labels:


Read more!

Saturday, May 12, 2007

Kepala Dinas minta diajari BLOG


Dari judul posting ini anda bisa lihat, betapa seorang Kepala Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta haus akan hal-hal baru, mengikuti Ahmadinejad Presiden Iran, Barrack Obama calon Presiden US dan Juwono Sudarsono yang lebih dulu ngeBLOG.

Kamis pagi, 10 Mei 2007 Saya dan Ibu Murni Ramil kembali jumpa di Perpustakaan UNJ diacara Seminar tentang UU Guru dan Dosen, setelah itu Ibu Murni menuju Sudin Dikmenti Jakarta Pusat dan Saya ke Dinas Dikmenti karena ada beberapa rapat yang harus Saya ikuti … sore hari Saya meluncur ke Villa Dwimma Cipayung memenuhi undangan Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas RI untuk ikuti kegiatan Penyusunan Model Pembelajaran Berbasis Keunggulan Lokal.

Setelah sholat Jumat, 11 Mei 2007 Saya minta izin ke panitia untuk turun ke Jakarta bertemu dengan Kepala Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta, bersama Ibu Murni Ramli, ditemani Pak Haji Bustamam Ismail, Pak Deni Triwardana, Pak Sudiono, Pak Haryanto, dan Pak Bahar, kami diterima pk. 16.00.

Sekitar setengah jam lebih Ibu Murni Ramli mewawancarai Pak H. Margani M. Mustar yang ditemani oleh Pak Bambang Pramestiadi, Kasubdis SMK Dinas Dikmenti DKI Jakarta, topiknye disekitar manajemen tenaga kependidikan di DKI Jakarta. Dialog terjadi sangat intens dan padat … diselingi tawa dan canda … membuat waktu berlalu sangat cepat. Pada kesempatan itu juga dibicarakan kemungkinan Profesor Jepang bisa menyumbangkan tulisan untuk Jurnal Ilmiah Pemdidikan yang diterbitkan FORMOPPI dimana Pak Margani menjadi Sekjen.

Selanjutnya tim IT SMK Negeri 3 Jakarta memaparkan kegiatan pembelajaran yang menuju e-learning dimana salah satu programnya adalah mendorong guru-guru untuk menulis materi pembelajaran atau apa saja yang berkaitan dengan pembelajaran di BLOG, saat ini lebih dari 30 % guru di SMK Negeri 3 Jakarta sudah memiliki BLOG, yang mendampingi Saya saat itu adalah BLOGGER SMK Negeri 3 Jakarta. Mereka berbicara tentang konsep dan isi blog masing-masing.

Di akhir pertemuan Kepala Dinas memintakami untuk mengajarkan membuat blog … kami siap Pak! … kalau di jajaran menteri ada Pak Juwono Sudarsono yang ngeblog, di jajaran Kepala Dinas Pendidikan nanti ada Pak Margani yang ngeblog, seperti Barrack Obama, calon Presiden Amerika dan Ahmadinejad, Presiden Iran.

Terima kasih Pak H. Margani, Pak Bambang atas kesediannya menerima kami, juga kepala Pak Iswoyo yang telah membantu terlaksananya rencana kami, semoga Allah memberikan jasa yang setimpal atas budi baik yang tercurah pada kami … di perjalan pulang Bu Murni bergumam; “Alhamdulillah, Allah telah kabulkan doa Saya setiap tahajud malam hari …”

Saat ini tim IT SMK Negeri 3 Jakarta sedang siapkan tutorial …

Labels:


Read more!

Tentang Jepang di SMK 3 Jakarta


Rabu pagi, 9 Mei 2007 Bu Murni Ramli kontak Saya kabarkan bahwa posisinya di Bogor pagi itu, rencananya akan wawancara dengan Saya dan beberapa guru dan siswa SMK Negeri 3 Jakarta, termasuk dengan pengelola pendidkan di DKI Jakarta. Agar tak buang waktu Saya persilahkan beliau datang ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dimana pagi itu Saya punya agenda.

Saya kontak staf Kepala Dinas Pendididikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Provinsi DKI Jakarta untuk meminta waktu audiensi dan wawancara berkaitan dengan materi penelitian sahabat pendidik yang sedang kuliah di Jepang itu … alhamdulillah kami bisa diterima Kepala Dinas Dikmenti Jumat 11 Mei 2007 Pk. 16.00 WIB.

Wawancara dengan Saya dilakukan di kampus UNJ dan sepanjang perjalanan arungi rimba kemacetan Jakarta … sementara Pak Haji Bustamam (wakil kepala SMK Negeri 3 Jakarta) koordinasikan persiapan dialog dengan Ibu Murni Ramli: kabarkan semua guru dan TU, LCD, Note book, makan siang dan lainnya … jadilah kami mendengar banyak hak tentang pendidikan, guru, budaya dan hal-hal lain tentang Jepang.

Diawali dari sistem pendidikan SMK di Jepang, lanjut dengan suasana belajar, kelas, guru budaya di sekolah, anak SLTA Jepang yang bekerja setelah pulang sekolah, kehidupan orang tua, persatuan guru yang aktif perjuangkan hak dan tingkatkan kualitas.

Pak Sudiono bertanya tentang gejala bunuh diri anak muda, Pak Aston tentang uang dan kehormatan, Pak Hari tentang system pendidikan, Bu Zhilmiyati tentang pendidikan dan Pak Deni yang berterima kasih atas kunjungan langsung dan kontak melalu blog selama ini.

Setelah paparan di ruang guru dilakukan wawancara dengan perwakilan pengurus OSIS SMK Negeri 3 Jakarta dan perwakilan guru SMK Negeri 3 Jakarta, Pak Sudiono guru PKn Sejarah yang sebentar lagi jadi Kepala Sekolah.

Agenda setelah itu adalah menemui staf Sudin Dikmenti Jakarta Pusat di Salemba, dan diberi izin wawancara besok … wawancara dengan saya masih berlanjut diperjalanan pulang, rabu sore.

Labels:


Read more!

Friday, May 04, 2007

Dinas Dikmenti hargai GURU


Cara menghargari guru banyak macamnya, berikut ini cara Dinas Dikmenti Prov DKI Jakarta menghargai warga garis depan, seperti yang ditulis sahabat saya Deni Triwardana, gagah sekali dengan pakaian KOPRI nya bersama Pak Sudiono dan Ibu Cristin di latar belakang.

suatu yang membanggakan diundang pada upacara Hari Pendidikan Nasional di Dinas DIKMENTI Provinsi DKI JAKARTA, Jl. Jend. Gatot Subroto.

Dalam undangan peserta harus mengenakan seragam Kopri lengkap dengan atribut, ditambah wanti-wanti jangan sampai terlambat dari pukul 07.00 pagi. Undangan ini undangan spesial karena ada acara spesial bagi kami para guru SMK maupun SMA di Provinsi DKI JAKARTA yaitu…Serah terima Surat Keputusan Kenaikan Pangkat dan Golongan,Setelah selesai acara seremonial, Upacara Bendera Hari Pendidikan Nasional : 2 Mei 2007, Semua peserta undangan masuk ke ruang pertemuan Baitul Ilmu untuk menerima Pengarahan dan pembagian SK Kenaikan Pangkat dari Kasubdis Tendik Bapak Rationo.

Dalam Sambutannya beliau memaparkan dari 250 lebih data kenaikan pangkat yang diajukan para guru SMK dan SMK se-DKI Jakarta yang memenuhi syarat dan baru bisa dibagikan saat itu hanya 89 orang yang di dalamnya termasuk saya yang naik Pangkat dan Golongan, Menjadi Pembina dan Golongan IV/a dengan jabatan Guru Pembina.

Acara yang Inovatif
Buat saya apa yang dilaksanakan Subdis Tendik (Sub Dinas Tenaga Kependidikan) ini suatu yang inovatif, Para guru yang naik pangkat golongan di undang Upacara, kemudian diberikan acara serah terima dengan sedikit seremonial, dengan demikian kesan para guru harus memberikan amplop untuk mengambil SK Kenaikan pangkat HAPUS SUDAH TIDAK ADA DI LINGKUNGAN DIKMENTI PROVINSI DKI JAKARTA, malah para guru dilayani dengan pelayanan prima di Jamu dalam keramah tamahan khas subdis tendik. Terima Kasih Kepada Bapak Rationo Sebagai Kasubdis Tendik yang sekarang, yang penuh inovatif (semoga Bapak membaca Blog ini Juga ), dan Bapak Posma Marbun Kasie Rendagu (Rencana Pengadaan dan Pemberdayaan Guru) yang telah memberikan pelayanan yang memuaskan kami para guru di lingkungan Provinsi DKI JAKARTA.

Peran IT dalam Proses Pengolahan Data
Terus terang saya tahu kalau saya sudah di Golongan IV/a per awal April 2007 begitu melihat daftar gaji, kok jadi tambah besar gaji saya plus di keterangan pangkat golongan saya sudah di IV/a Alhamdulillah ternyata proses komputerisasinya dilingkungan Dinas sudah lancar. Sehingga tidak repot-repot seperti dulu ngurusnya perlu memakan waktu yang lama sekarang benar-benar lancar akibat Peran IT dalam Proses Pengolahan Data.


Selamat untuk Pak Deni Triwardana, Pak Sudiono, Ibu Crisrin Narua, Ibu Yanti dan teman lain SMK Negeri 3 Jakarta yang diundang ke Dinas tgl 2 Mei yll

Labels:


Read more!

Thursday, May 03, 2007

PEnDidikAN yang TAK MEMANUSIAKAN


Komunitas pendidikan dasar dan menengah secara umum sedang resah dan gelisah menanti hasil ujian nasional ... komunitas air mata guru menambah resah komunitas di Medan dengan keberaniannya membongkar kecurangan pelaksanaan ujian, bagaimana di tempat Anda?

Hasil ujian nasional jadi ukuruan keberhasilan menteri, para gubernur terpengaruh atau dipengaruhi sehingga para kepala dinas provinsi berupaya mencapai hasil terbaik, kepala dinas kotamadya punya konsep yang sama mengarahkan kepala sekolah untuk mencapai hasil terbaik ... sederet angka telah dipatok untuk dicapai ... tak ada yang kurang dari 50 % (berapa persen di tempat anda?)

Kepala sekolah mengarahkan guru untuk pencapaian hasil yang terbaik, jika cara dan strategi sesuai dengan etika dan peraturan yang ada tak masalah ... tetapi kalau murid diberi tahu kunci jawabnya atau membiarkan murid menyontek atau lainnya ... bukankah hal itu menodai martabat guru dan martabat pendidikan. Hanya untuk mengejar target kelulusan siswa.

Apakah prioritas pendidikan sesempit dan sedangkal target itu? Bagaimana dengan masalah fundamental dehumanisasi, dekulturisasi, dan deindonesianisasi! Atau, memang tidak penting dibandingkan realisasi badan hukum pendidikan yang kontroversial, standardisasi setengah jadi, ujian nasional yang kian konfliktif, dan obsesi
berkompetisi yang tidak meyakinkan?

Lima puluh tahun dari sekarang, saat seluruh bangsa telah lengkap dicerdaskan melalui strategi dan standar UN, apa yang pasti terjadi? Jika konsep yang salah itu diteruskan, tak mustahil jutaan anak bangsa, sepi tetapi pasti, akan terbunuh sebelum mati.

Ketika pendidikan nasional yang falsafahnya memanusiakan, membudayakan, dan mengindonesiakan menghasilkan yang sebaliknya, disitu terjadi kriminalisasi pendidikan.

Atas nama pendidikan, kita menghasilkan realitas antipendidikan. Karena itu, seperti mengingkari konstitusi, yang muncul justru tragedi Cliff Muntu dalam bentuk yang morbid; mewujudkan kriminalisasi in optima forma.

Kriminalisasi pendidikan terjadi jika manusia—perumus kebijakan dan pengelola pendidikan—menangani amanah dengan sikap yang salah. Kesalahan terjadi ketika yang dipercaya menangani pendidikan ternyata tidak peduli falsafah tentang hakikat manusia, realitas kehidupan, dan bagaimana “ilmu sekolah” dapat berdampak positif
dalam peradaban manusia.

Pandangan yang mendasari perilaku pendidik tak dibenarkan dogmatis atau spekulatif. Bahkan tidak cukup hanya dengan common sense. Indikator keberhasilannya bukan pada target, melainkan pada makna. Peserta didik adalah manusia, bukan angka.

Tidak seorang pun memiliki hak moral berpretensi sebagai pendidik hanya karena kedudukannya dilindungi kekuasaan. Ketika birokrat tampil sebagai pendidik, ia harus menjadi personifikasi nilai kehidupan yang diperjuangkan. Jika tidak, ia hidup dalam kepalsuan, kalau bukan kemunafikan. Kegairahannya, potensinya, aspirasinya, hak pribadinya, semua akan teratrofi oleh UN. Kalau ini bukan kriminalisasi pendidikan, lalu apa?

Diilhami oleh tulisan Prof. Dr. Winarno Surakhmad

Labels:


Read more!

Tuesday, May 01, 2007

May Day Buruh Indonesia


Hari Buruh sedunia diperingati di berbagai belahan bumi, Indonesia tak ketinggalan. Beberapa tahun terakhir ini selalu menurunkan ribuan buruh di banyak kota ... sekedar merayakan atau memperjuangkan agar kehidupannya jadi lebih baik ... ini bentuk perdebatan untuk menaikkan daya tawar agar mendapat perhatian.


Sayangnya berdebat belum menjadi budaya di Indonesia ... di sekolah siswa tidak dilatih untuk berdebat ...bahkan jarang sekali siswa dirangsang untuk bicara ... yang ada menghafal dan DRILL untuk menjawab soal UN dan SPMB, mungkin karena itu kita jadi terbiasa berdebat dengan cara yang primitif, hajar-hajaran, gontok-gontokan atau menelikung dari belakang.

Perdebatan akan makin mematangkan emosi dan kedewasaan seseorang, sebagai orang tua mungkin kita harus lebih banyak berlatih berdebat agar tak menembak istri, atau memukul anak karena ada perbedaan paham atau persepsi.

Saya upload dua foto, seorang pemimpin partai buruh di Inggris, tony Blair yang jadi Perdana Meneteri, sementara foto lainnya buruh Indonesia yang bersuara lantang bersama-sama, kapan ya ada pemimpin buruh yang bisa jadi presiden di Indonesia ... mungkin mereka belum memperjuangkan kepentingan buruh yang sesungguhnya ... masih fokus ke peningkatan status pribadi untuk pencapaian yang lebih tinggi, seperti para pemimpin partai yang belum memperjuangkan konstituennya ... gontok-gontokan di partai ... bikin partai baru lagi ... liatlah pemilu nanti banyak partai baru deh

Berdebat yuuuu ...

Labels:


Read more!

Friday, April 27, 2007

Jurnal Pendidikan FORMOPPI



Untuk merangsang gairah menulis di Indonesia, Forum Musyawarah Profesi Pendidikan Indonesia (Formoppi) dan BKS IKA FIP se-Indonesia meluncurkan edisi perdana International Journal of Education di Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta Jl. Gatot Subroto, Kamis (26/4). Peluncuran dilakukan oleh Ketua FORMOPPI Prof. Dr. Engkoswara, M.Ed. dan Sekjen FORMOPPI H. Margani M. Mustar

Menurut Ketua Umum Formoppi, Prof. Dr. Engkoswara, M.Ed., diharapkan, keberadaan jurnal tersebut bisa mendorong kebiasaan para guru dan kepala sekolah untuk menulis dan membagikan buah pikiran atau hasil disertasinya dalam bentuk jurnal.

“Jurnal internasional pendidikan ini merupakan yang pertama yang dikeluarkan lembaga profesi di Indonesia. Diharapkan, keberadaannya bisa membuka peluang bagi pendidik untuk membagi ilmunya dalam bentuk jurnal,” ujarnya.

Selain penulis dari Indonesia, pada edisi pertama itu turut serta dua penulis asal Malaysia, Filiphina, Bangladesh dan beberapa negara lainnya. Rencananya, jurnal yang edisi pertamanya dicetak dalam 1.000 eksemplar itu juga akan diedarkan di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Australia, dan Singapura.

Jurnal yang terbit dua kali dalam setahun menjelang hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang jatuh di bulan Mei dan hari guru internasional segera didaftarkan untuk mendapat akreditasi dari Dikti, biaya langganan Rp. 50.000 perbulan, Anda tertarik? silahkan kontak Subdis Dikti Dinas Dikmenti DKI Jakarta.

Labels:


Read more!

Sunday, April 22, 2007

Profesor de Facto


Kamis hingga Sabtu 19 – 21 April 2007 di Hotel Ever Green Cisarua Bogor, Saya mengikuti Worksop tentang Kajian Kebijakan Pelaksanaan Kurikulum untuk Satuan Pendidikan dan mata pelajaran, membahas mengenai masalah-masalah yang terjadi pada proses penyusunan dan pelaksanaan KTSP berkaitan dengan Permen Diknas RI no 22, 23 dan 24 tahun 2006, termasuk bagaimana strategi mengatasinya disertai engan rekomendasi untuk Puskur Balitbang Depdiknas RI.

Fokus pembahasan pada Kurikulum level pendidikan SMK, Saya mewakili SMK Negeri 3 JaKarta program keahlian Bisnis Manajemen bersama Bapak H. A. Sholeh Dimyathi, Kepala SMK Negeri 56 Jakarta (teknologi), Bapak Armedi, Kepala SMK Negeri 57 Jakarta (pariwisata) dan Bapak Hasoloan Pakpahan, Kepala SMK Negeri 36 Jakarta (kelautan), sayang sekali Bapak H. Suharno Kepala SMK Negeri 58 Jakarta (kerajinan) tak dapat hadir yang konon kabarnya sedang sibuk mempersiapkan SMK Terpadu DKI Jakarta, sebuah mega proyek yang

Dipandu oleh seorang Profesor (de fakto) yang bernama Feisal Ghozaly, LL.B (Hons)., LLM, beliau bertugas di Pusat kurikulum Balitbang Depdiknas RI … asyik suasana diskusinya … ternyata beliau memang banyak sekali ilmunya sampai-sampai bingung melulu, seperti kepanjangan gelarnya: LingLung Banget Luntang Lantung Melulu ha ha ha

Thx all … sy dapat banyak ilmu hari itu, tentang kurikulum, kerja sama dan politik tingkat tinggi di sebuah universitas ternama di Indonesia dari seorang kandidat professor, dia sudah Doktor, masih muda … sahabat Pak Feisal Ghozaly

Labels: ,


Read more!

Tuesday, April 10, 2007

Proposal Pengembangan Sekolah


Pagi ini Saya mengundang Ketua Komite Sekolah SMK Negeri 3 Jakarta, Bapak Syahrir Daud dan 20 orang guru dan tata usaha dalam upaya menyusun proposal kegiatan menindak lanjuti rapat dengan Sudin Dikmenti Jakarta pusat hari Kamis yll. Semoga saja semua berhasil mendapatkan dana bantuan seperti yang diharapkan ... selamat bekerja teman-teman

Labels:


Read more!

Wednesday, April 04, 2007

Bantuan dana utk KKG & MGMP


Saat akan berlangsung dengar pendapat dengan anggota Komisi X DPR RI di LPMP DKI Jakarta Senin 2 April 2007, saya mendapat informasi dari Ibu Sri. S, seorang Widya Iswara disana mengenai penyaluran dana bantuan langsung (Block Grant) REVITALISASI KKG & MGMP dari Dirjen Tendik th. 2007.

Peruntukan dana diantaranya; untuk pengembangan kurikulum/silabus dan bahan ajar, pengembangan metode dan media pembelajaran, pembuatan alat peraga, penelitian tindakan kelas, pengembangan profesi/karier, penulisan karya tulis ilmiah.

Sasaran untuk DKI Jakarta: 44 KKG SD, 24 KKG PENJAS SD, 30 KKG AGAMA SD, 36 MGMP SMP, 18 MGMP SMA, 25 MGMP SMK, dan 2 GUGUS SLB, dengan besaran block grant Rp. 20 juta untuk SMK, 15 juta SMA, lainnya sepuluh juta.

Mengenai syarat-syarat, mekanisme dan lainnya, untuk Jakarta silahkan hubungi Rahma; 08161668903, Dian; 0818929510, Dyah; 081380440210, daerah lain silahkan ke LPMP terdekat atau kontak Dirjen Tendik Depdiknas RI.

PROPOSAL DAN KELENGKAPANNYA HARUS MASUK SEBELUM 20 APRIL 2007, berminat??? ... silahkan, selamat bersaing

Labels:


Read more!

Sunday, March 25, 2007

KTSP Kulon Progo Jogjakarta


Sejak Kamis 22 Maret 2007 Saya berada di Kulon Progo Jogjakarta untuk melaksanakan
tugas pendampingan Penyusunan KTSP yang diberikan oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas RI, menemani Ibu Veronica dan Ibu Hadiyati, yang diharapkan proses penyusunan KTSP di seluruh Indonesia bisa segera tuntas dan menjaring masukan serta aspirasi di lapangan.


Tiba di stasiun Wates, Kami dijemput oleh Pak Drs. Harminto, MM ... langsung menuju Dinas Pendidikan Kulon Progo karena telah ditunggu oleh kepala dinas kecamatan dan beberapa kepala sekolah yang menjadi panitia. Hampir magrib acara tuntas ... diakhiri dengan jamuan dan ramah tamah



Jumat Pagi Kulon Progo diguyur hujan cukup lebat yang tak henti sejak sore kemarin ... tetapi hal ini tak mengurangi motivasi stakeholder pendidikan Kulon Progo untuk hadir di acara kami .... Selesai pembukaan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kulon Progo, Drs. Muhammad Mastur, BA ... tim Pusat Kurikulum memberikan sedikit pengantar, dilanjutkan dengan dialog interaktif. Seru sekali lalu lintas dialog, menunjukkan keseriusan guru, kepala sekolah dan dinas pendidikan Kulon Progo menyikapi perubahan paradigma pendidikan di negeri ini.


Setelah istirahat Sholat Jumat dan makan siang, kegiatan pemdampingan dilakukan kerja kelompok berdasarkan jenjang pendidikan ... karena sebagian besar SMA dan SMK di Kulon Progo telah menyusun KTSP maka, kegiatan difokuskan pada inventarisasi kendala-kendala dan aspirasi di setiap kelompok pendidikan.

Saya membagi SMK menjadi enam kelompok dan SMA 3 kelompok ... setelah mereka berdiskusi dengan kelompoknya, hasil nya dipaparkan untuk diketahui anggota kelompok lainnya ... menggairahkan ... indikasi dasi sebuah proses perubahan yang berlangsung.


Secara umum teman-teman mengemukakan kekurangan sarana dan prasarana, penambahan jam belajar, alokasi waktu per mata diklat, jam praktek di sekolah, dan industri ... acara berakhir hampir pukul empat sore.

Labels:


Read more!

Monday, March 19, 2007

E learning by design


Tulisan ini Saya Copy dari blog Pak Deni Triwardana
Komputer dalam photo itu masih baru, semula hanya ada tiga unit di ruang guru dengan model lama, sekarang diganti dan di tambah menjadi lima unit semuanya masih baru (seperti tampak pada photo). Apa maksudnya ?

Maksud dari judul di atas adalah berhubungan dengan gambar photonya. Yaitu untuk memancing kreativitas guru agar lebih banyak menggunakan komputer dalam bekerja, Rincian dari Lima komputer itu adalah 1 untuk Para Guru di Program Studi Akuntansi,1 Untuk Program Studi Administrasi Perkantoran, 1 Untuk Program Studi Penjualan, 1 Untuk Program Studi Umum dan 1 yang terakhir untuk Para Staff. Digolongkan begitu agar para guru dari setiap program studi hanya boleh memakai komputer yang diperuntukkan bagi program studinya saja.

Para Kepala Program Studi -pun sudah dibekali laptop dinas begitu juga para staff pimpinan, juga para staff ahli Kepsek. dengan demikian harapan Kepala Sekolah agar para guru terpancing dengan sarana yang diberikan.

Sampai tulisan ini dibuat saya masih mengamati keterpakaian, dan keterpancingan kreativitas para guru di sekolah tempat saya mengajar dengan adanya sarana ini. walaupun masih ada yang keberatan banget dengan adanya sarana ini (aneh juga ya…) tapi guru seperti itupun tidak banyak (diberikan sarana malah tidak mau memakai).

Setiap guru sudah diberikan usb flash disk demikian juga para staff karyawan tata usaha.
Akses internetpun sudah sampai juga di ruang guru dan ruang tata usaha, juga hotspot area bagi laptop yang ber-wifi sudah dapat langsung berinternet ria di sekolah.

Keadaan yang terbaca oleh saya kepada rekan guru yang tidak mau memakai sarana ini adalah tidak terbiasa, takut dibilang bodoh, malas belajar menggunakan komputer, dan ada juga yang bebal ! artinya sarana sudah di tangan tapi benar-benar hanya sebagai asesories, tidak digunakan. (aneh juga ya…) malah dimanfaatkan oleh pihak lain.

Ada juga beberapa rekan guru yang sudah sepuh bahkan yang akan pensiun masih semangat belajar menggunakan komputer dengan pertemuan rutin setiap hari Rabu, dan sekarang telah terbiasa menggunakan komputer bahkan untuk mengisi nilai siswa untuk Kartu Hasil Studi Siswanya.

Kira-kira itulah gambaran para guru di sekolah tempat saya mengajar dengan adanya sarana komputer dan akses internet, bagaimana dengan yang di tempat Anda ?

5 Komentar sejauh ini
Tinggalkan sebuah komentar

Ditempat saya cukup parah pak, yang pakai hanya itu2 saja. saya berencana melakukan kegiatan rutin untuk pemakaian internet, disela2 jam gak ngajar. Barang kali ada yang tertarik. ICT gimana kabarnya pak sudah cair dananya sehingga beli komputer itu yah?
Komentar oleh Helgeduelbek b.31.3108 @ 8:52 adalah

Alhamdulillah Pak, Dananya sudah cair sejak Januari, Kegiatannya masih memperlengkapi peralatan, Komputer yang saya ceritakan di atas adalah limpahan akibat dari Bantuan Revitalisasi alat dari Direktorat.Kiat dari sekolah kami adalah tiap guru wajib membuat laporan secara softcopy, sehingga mau tidak mau harus berkomputer walaupun masih ada yang masih melalui pihak kedua (dibuatkan oleh teman, atau anaknya atau siswanya)
Komentar oleh Deni Triwardana b.31.3102 @ 2:34 adalah

Makin oke aja nih smk nya pak Deni, Ada yang mau saya tanyakan mengenai tambahan subsisdi bandtwith dari telkom. saya tadinya pake wan DKI tapi udah 2 kali kena petir. jadi sekarang pake speedy. Gimana caranya tuk dapet subsidi bandwith
Thanks ya pak Deni!
Komentar oleh Nurhayati b.31.3106 @ 6:55 adalah

Keadaan yang terbaca oleh saya kepada rekan guru yang tidak mau memakai sarana ini adalah tidak terbiasa, takut dibilang bodoh, malas belajar menggunakan komputer, dan ada juga yang bebal ! artinya sarana sudah di tangan tapi benar-benar hanya sebagai asesories, tidak digunakan. (aneh juga ya…) malah dimanfaatkan oleh pihak lain.

Kutipan itu sama persis dengan di sekolah saya.
Kenalan, Pak Guru.
Komentar oleh willyedi b.31.3102 @ 2:50 pm

Labels:


Read more!

Enterpreuneur & Percaya Diri


Salah satu strategi mempersiapkan siswa SMK Negeri 3 Jakarta memasuki dunia kerja adalah melatih mental entrepreneur dan percaya diri melalui kegiatan Bazaar yang dikaitkan dengan uji kompetensi

Sejak awal peserta didik dilibatkan agar mereka lebih banyak berperan dibanding guru, lihatlah sebagai pembawa acara, siswa melakukannya dengan penuh percaya diri dengan kekonyolan khas remaja, sehingga kami tertawa merespon ucapan dan tingkah MC.

Siswa/i mempersiapkan berbagai hal melalui penyusunan proposal, penataan arena bazar, hingga laporan. Endingnya semoga mereka tak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tapi mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
Terima kasih Pak Puji, Bu Yanti, Pak Haji Bustamam, Bu Haji Darwati, Bu Masnur, Pak Bahar dan semua fihak yang telah mensukseskan kegiatan uji kompetensi. Terima kasih juga untuk para sponsor dan orang tua siswa atas supportnya.

Labels:


Read more!

Monday, March 12, 2007

Sistem Administrasi Sekolah


Senin pagi Saya mengundang teman-taman Wakil, Ketua Program, Tim IT dan Tata Usaha untuk berkumppul di ruang Saya membahas Sistem Administrasi Sekolah melalui komputerisasi data sekolah, dengan mendatangkan teman dari SMK Negeri 39 Jakarta yang telah menerapkan komputerisasi data murid dan guru, (Pak Supriyono dan Pak Doni yang datang).

Komputerisasi yang dimaksud adalah pengelolaan data kehadiran guru, karyawan, murid dengan menggunakan kartu (barcode), sehingga data kehadiran guru dapat dilihat dalam hitungan detik. Selain itu, pengolahan nilai hingga penyusunan KHS dilakukan secara komputerisasi. Ini bukan tujuan akhir dari proses pendidikan SMK ... upaya ini hanya meningkatkan speed untuk penyempurnaan pelayanan agar SMK Negeri 3 Jakarta tidak ketinggalan zaman. Alhamdulillah ... mayoritas guru di SMK Negeri 3 Jakarta sudah terbiasa dengan IT ... teman-teman wakil kepala sekolah hingga ketua program dan beberapa tenagi inti di SMK Negeri 3 Jakarta (sejumlah 11 orang) telah dibekali dengan Notebook.

Suasananya seru sekali banyak pertanyaaan, antisipasi masalah di kemudian hari dan joke-joke berhubungan dengan sistem yang akan dikembangkan ... thx fiends ... Bismillahirohmanirrohim ... semoga Allah memberkati.

Labels:


Read more!

Thursday, March 08, 2007

Kunjungan Kasubdis Tendik


Kamis, 8 Maret 2007, Pk 16.00 WIB

Pak Sudiono (guru SMK Negeri 3 Jakarta yang sebentar lagi jadi Kepala Sekolah) mengetuk pintu ruang Saya dan kabarkan ada Pak Rationo datang ... saat itu Saya sedang simak email yang masuk ... wow kunjungan pejabat yang mengejutkan, ini bukan yang pertama beliau ketampat kami ... sebelumnya,, beberapa bulan lalu... pagi hari sebelum ke kantor beliau juga berkunjung ke SMK Negeri 3 Jakarta.

Kami membicarakan banyak hal disekitar kegiatan yang libatkan saya di Dinas Dikmenti DKI Jakarta dan seputar pembinaan tenaga kependidikan, beliau juga kabarkan tentang berita mengenai SMK Negeri 3 Jakarta yang dimuat di Majalah Gema Widyakara (terbitan PGRI PD DKI Jakarta) ... wow ... pembelajaran yang tak terduga ... terima kasih Pak Rationo ... kami sangat senang Bapak datang, maaf kami tak bisa suguhkan apa-apa karena Bapak sedang Puasa ... semoga Allah beri pahala yang setimpal.

Gaya yang baik ... pejabat datang ke sekolah tanpa pemberitahuan lebih dulu ... pembinaan yang manis ... terima kasih Pak, juga untuk Pak Deni Triwardana yang temani kami berbincang ... walau sebenarnya datang ke ruang Saya untuk pamitan ... cepat pulih dan jangan jatuh lagi ya ... terima kasih juga untuk Pak Suparjo yang masih awasi teman yang lakukan perawatan gedung hingga sore hari ...

Labels:


Read more!

Tuesday, March 06, 2007

Kelas Kompetensi, Tingkatkan Pelayanan

Kamis, 1 Maret 2007 Kepala Sudin Dikmenti Jakarta Pusat, Bapak Andri Kunarso berkunjung ke SMK Negeri 3 Jakarta ... beliau baru dilantik beberapa minggu yang lalu, didampingi beberapa stafnya beliau melihat sarana SMK Negeri 3 Jakarta berkaitan dengan rencana rehabilitasi ruang kelas kompetensi berlantai dua terdiri dari enam ruang kompetensidan ruang pertemuan/aula yang berdampingan dengan ruang Unit Produksi. Terima kasih Pak, semoga kita bisa lebih tingkatkan pelayanan kepada anak bangsa, untuk mengantarkan mereka ke kehidupan yang lebih baik.

Maaf, beberapa kali saya menulis kelas kompetensi, yang dimaksud dengan kelas kompetensi adalah ruang belajar yang disetting khusus untuk kompetensi-kompetensi tertentu. Misalnya ruang kompetensi Bahasa Indonesia, dikelas itu terdapat daftar kompetensi yang harus diperoleh peserta didik selama tiga tahun, dengan display pendukung pencapaian kompetensi dan hasil-hasil pekerjaan yang mendorong anak didik meraih kompetensi yang ditargetkan kurikulum ... ada teman yang menyebutnya sebagai kelas kompetensi, tapi kami tak hanya fokus pada perpindahan siswa, sasaran utamanya adalah pencapaian kompetensi yang bermuara pada penyiapan tenaga kerja bermutu.
KELAS KOMPETENSI ini merupakan bagian dari grand strategi kami MENYIAPKAN TENAGA KERJA BERMUTU.


Halangan bukan tak ada, tapi kami minimalkan ... suatu kesempatan saat berlangsung dengar pendapat dengan siswa kelas XII dalam persiapan Ujian Nasional seorang siswa mengusulkan kelas kompetensi ditiadakan karena menurutnya "merepotkan & menyita waktu".

Saya katakan, bahwa dengan sistem lama peserta didik datang ke kelas yang sama setiap hari ... sehingga tak sedikit siswa yang tak belajar dirumah, tak bikin persiapan ke sekolah, datang tanpa persiapan ke kelas yang sama dengan kondisi ruang yang sama ... selama beberapa bulan dia akan jadi bosan dan kehilangan motivasi untuk belajar ... dengan sistem kelas kompetensi siswa yang tak mempersiapkan buku belajar hari itu akan KESASAR masuk kelas (dan itu banyak kejadian - mereka tertawa karena beberapa temannya kesasar masuk kelas lain) akhirnya mereka selalu siap dan motivasi selalu terbaharui setiap hari.

Kedua, saat belajar berlangsung ... mungkin siswa/i mengantuk ... pada pola lama, waktu-waktu selanjutnya dia akan makin mengantuk walau guru berganti (kecuali gurunya ok benget) ... dia terus mengantuk karena duduk di kursi ruang, dan dekat teman yang sama, akhirnya selama hari itu pada waktu yang tersisa dia akan tidur ... zzzzzzzzzz ... dengan kelas kompetensi jam ke tiga siswa/i akan berpindah ke kelas lain, komposisi duduk berubah, suasana kelas berganti, gurunya beda ... para "pengantuk" akan terbangun dan motivasi berubah karena mereka bergerak, berkeringat ... seperti ICE BREAKING saat saya presentasi ... ha ha

Ketiga, salah satu syarat sekolah nasional adalah MOVING CLASS, ... saya tanya siswa dan guru-guru yang ada di ruang itu, apakah kita ga jadi masuk ke tahapan sekolah nasional??? mereka bilang tidak .... so, kelas kompetensi harus kita jalankan dengan mengatasi hambatan yang ada ... bersama kita bisa ... walllah seperti jargon sebuah partai yang baru saja Munas

Terima kasih buat pengertian siswa/i dan guru, juga karyawan tata usaha yang mau berubah ... karena tak ada yang tetap kecual perubahan (Saya teringat ucapan senior kami di SMK Negeri 3 Jakarta Pak Aston Toruan, dihari pertama upacara bersama keluarga SMK Negeri 3 Jakarta) ... keep fight

Labels:


Read more!

Wednesday, February 28, 2007

KTSP, SILABUS, RPP pindah tangan

Hari Selasa 27 Februari 2007 bertempat di Aula SMK Negeri 3 Jakarta, Dilaksanakan kegiatan workshop MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Matematika yang diikuti oleh 60 orang guru dari lima wilayah Kota Madya, setiap Kota Madya diwakili oleh 10 orang guru, dan dari unsur panitia pelaksana juga 10 orang pengurus MGMP Matematika.

Acara dibuka oleh kepala SMK negeri 3 Jakarta, Dedi Dwitagama, dilanjutkan dengan pemberian materi matematika tentang Kalkulus II oleh Ibu Ratna dari Jurusan Matematika FPMIPA Universitas Negeri Jakarta, Setelah itu acara dilanjutkan sampai selesai dengan berbagai informasi dan file tentang KTSP, SIlabus, RPP dan Slide pengajaran Matematika.

Dari kegiatan ini dihasilkan KTSP, SILABUS ,RPP Mata Pelajaran Matematika lengkap dengan pembagian Alokasi waktu serta slide-slide materi ajar Matematika, sehingga para guru yang diundang dapat oleh-oleh KTSP, SILABUS dan RPP Mata Pelajaran Matematika lengkap serta slide materi pengajaran matematika yang disusun secara bersama-sama di SMK Negeri 3 Jakarta.

Teks dan Foto ditulis oleh Deni Triwardana dari Web SMK Negeri 3 Jakarta

Labels:


Read more!

Tim Sukses


Selasa 27 Februari 2007 Saya mendapat kehormatan untuk membuka WORKSHOP GURU MATEMATIKA SMK SE DKI JAKARTA yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMK DKI Jakarta, berikut ini adalah inti sambutan Saya;

Kemarin di Holywood USA berlangsung penganugrahan OSCAR dengan tema keragaman, di Kalimantan Tengah berlangsung upacara yang melibatkan etnis Dayak, Melayu dan Cina ... keragaman menimbulkan rasa persatuan yang mengesankan ... Indonesia juga memiliki falsafah BHINEKA TUNGGAL IKA... keragaman yang menyatukan bangsa ... tapi kenapa kita harus selalu berseragam ... kebiasaan berseragam dalam jangka waktu yang panjang akan membuat seseorang tak berani berfikir dan berkata beda dengan lingkungannya ... selanjutnya, seseorang menjadi terpaku pada pola yang selalu seragam ... dan gejalanya warga negeri ini jadi miskin kreatifitas ... karena kreatifitas menuntut keberanian tampil dan berfikir BEDA dari pakem yang berlaku

Harapan Saya, guru-guru anggota MGMP mampu berfikir kreatif, termasuk dalam menyikapi "Tim Sukses UN" dalam konotasi negatif ... kita harus berani menolak jika diminta untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan etika pendidik ... Kreatifitas untuk mengantarkan anak didik lulus dengan cara yang elegan akan memunculkan strategi-strategi yang jitu dan efektif ... sementara ketakutan dan rasa pesimis akan munculkan ide untuk mengambil jalan pintas ... untuk apa belajar hingga tiga atau empat tahun jika saat Ujian Nasional diberikan (.......... ^-^), ribuan hari yang telah dilalui jadi tak bermakna, dihancurkan oleh perbuatan dalam hitungan menit ... sementara anak didik kita akan semakin tak respek pada guru dan dunia pendidikan.

Dis sisi lain, inovasi-inovasi harus dilakukan untuk merespon e-learning yang sudah dijalankan di banyak negara ... agar Indonesia kita bisa sejajar dengan bangsa lain, sudah saatnya guru mampu melekukan pembelajaran berbasis e-learning melalui BLOG, WEBSITE, dll.

Anak didik yang kita hasilkan harus mampu bekerja lebih baik dari generasi sekarang agar kecelakaan tak sering terjadi seperti sekarang ini ... Keep Fight my friends.

Cat: foto yang sertai tulisan ini adalah bagian dari upaya kami membentuk generasi yang percaya diri

Labels:


Read more!